Sosialisasi keamanan pangan

Keamanan pangan adalah kondisi dan upaya yang diperlukan untuk mencegah pangan dari kemungkinan cemaran biologis, kimia dan benda lain yang dapat mengganggu, merugikan dan membahayakan kesehatan.

Untuk menghindari kejadian cemaran tersebut telah disepakati standar keamanan pangan dalam beraktifitas usahatani dengan menerapkan system manajeman mutu, salah satunya adalah dengan menerapkan system jaminan mutu keamanan pangan berdasarkan konsep Hazard Analysis Critical Control Points (HACCP), dengan terlebih dahulu pelaku usaha menerapkan persyaratan dasar yaitu GAP (Good Agricultuter Practice), GMP (Good Manufacturing Practice), Sertifkiasi Prima dll.

Sehubungan dengan hal tersebut maka Badan Ketahanan Pangan dan Penyuluhan melalui Bidang Mutu, Gizi dan Keamanan Pangan mengadakan sosialisasi tentang keamanan pangan  untuk  koordinator dan  penyuluh dari 18 Kecamatan  dengan jumlah peserta sebanyak  30 orang .   Kapala Badan Ketahanan Pangan dan Penyuluhan, Bapak Ir. Akhmad Hardi Dwi Putra dalam sambutan saat membuka acara sosialisasi tersebut mengatakan perlunya kesadaran akan keamanan pangan pada para petugas dilapangan.   Sosialisasi dilaksanakan selama satu hari  pada tanggal 29 Desember 2011, bertempat di Ruang Rapat Gedung Kembar B Lantai III.  Tujuan Sosialisasi adalah untuk menyebarluaskan informasi  tentang standar keamanan pangan bagi masyarakat, sehingga nantinya penyuluh dapat kembali mensosialisaikan pada masyarakat luas khususnya petani sebagai  produsen bahan pangan  demikian penjelasan ketua panitia Bapak  Muhammad Wahly, S.Pt.

Nara  sumber pada acara sosialisasi ini berasal dari Badan Ketahanan Pangan dan Penyuluhan Provinsi Kalimantan Timur,  BPOM Kalimantan Timur dan Dinas Kesehatan Kabupaten Kutai Kartanegara dengan materi  :

  1. Kebijakan Pemerintah Dalam Penanganan Keamanan Pangan
  2. Penanganan  Keamanan  Makanan Siap Saji
  3. Program Kesehatan melalui  Keamanan Pangan.

Badan Ketahanan Pangan dan Penyuluhan (BKPP) Kabupaten Kutai Kartanegara merupakan salah satu Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) di lingkungan Pemerintah Kabupaten Kutai Kartanegara yang berfungsi untuk melaksanakan kewenangan otonomi daerah di bidang ketahanan pangan dan penyuluhan.   Salah satu misinya adalah Meningkatkan Kualitas Sumberdaya Manusia Pertanian Melalui Penyelenggaraan Penyuluhan Pertanian, Perikanan Dan Kehutanan Secara  .  Sehubungan dengan itu beberapa waktu yang lalu   BKPP melalui Bidang Pelayanan Informasi dan Teknologi telah mengirimkan Kelompok Wanita Tani (KWT) dari tiga kecamatan (Kecamatan Tenggarong Seberang, Sanga-Sanga dan Samboja)  untuk mengikuti pelatihan pengolahan hasil di Balai Besar Penelitian dan Pengembangan Pascapanen Pertanian

Pelatihan pengolahan hasil ditujukan untuk menambah pengetahuan serta ketrampilan petani dalam mengolah hasil  pertaniannya.  Materi pelatihan adalah pengolahan singkong menjadi gula cair.  Pembuatan gula cair dengan bahan baku singkong ditujukan untuk memanfaatkan sumber pangan yang banyak tersedia di pedesaan. Gula cair atau sirup glukosa dipasarkan sebagai bahan baku industry pangan     dan farmasi.   Gula cair  biasanya digunakan sebagai subtitusi sukrosa dalam pembuatan es krim, sirup, pemanis dalam berbagai  bentuk makanan dan minuman serta obat-obatan. Pelatihan dipandu langsung oleh Peneliti  BB Pascapanen Dr. Ir. Nur Richana MS.

Silahkan kontak kami di email;     [email protected]    Kami Keluarga Besar BKPP Kutai Kartanegara Mengucapkan SEMANGAT BARU DI 2012, Semoga Kita Semua Bisa Berbuat yang Terbaik untuk Masyarakat..amienn…

Selamat Datang dan Terima Kasih Atas Kunjungan Anda di Situs Badan Ketahanan Pangan & Penyuluhan (BKPP) Kabupaten Kutai Kartanegara

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *